06. Mari (kembali) Menulis…
Mari kembali menulis atau mari menulis, tulisan yang bersifat ajakan sekaligus mengingatkan. Mengingatkan siapa? Utamanya mengingatkan saya sendiri untuk (kembali) menulis. Kenapa? Karena saya merasa saya mulai malas menulis lagi, baik menulis blog maupun menulis apa yang saya fikir (ngga di blog-kan). Padahal kalo dipikir sarana dan prasarana untuk menulis sudah jauh lebih baik dan “ada” dibanding sebelum-sebelumnya…
Prolog-nya lebih kearah introspeksi diri karena saya kadang merasa saya telah men-sia-sia-kan salah satu anugerah ALLAH SWT berupa bakat dan kemampuan untuk menulis.
Terkait ajakan, kenapa saya mengajak? Karena saya menilai ini merupakan ajakan yang baik tentu menuliskan yang baik pula bukan menulis sumpah serapah apalagi fitnah, naudzu billahi minzalik.. kenapa ajakan yang baik? Karena menulis itu melatih daya fikir kita, daya nalar kita yang akhirnya melatih diri kita menjadi manusia yang lebih baik lagi… bukankah ajakan untuk menjadi orang baik merupakan ajakan yang baik?
Okelah kalo bingung dengan argumen diatas, intinya bahwa menulis adalah kegiatan yang bermanfaat. Banyak menfaat dari kemampuan menulis, dari manfaat bathin yang tak ternilai hingga manfaat jasmani yang bisa diukur dengan uang (baca: bisa jadi lahan mencari nafkah). Dan menulis bisa kita lakukan hingga ajal menjemput. Ngga percaya? Yha ngga papa siy… Tapi ada satu kisah nyata (yang mudah-mudahan bisa menginspirasi) adalah perjalanan hidup seorang komedian nasional yang tergeletak sakit hingga lumpuh dari bagian pinggang ke bawah (hilang kemampuan berdiri dan berjalan secara mandiri), mau dan mampu menulis hingga saat tulisan ini dibuat rasanya sang comedian masih eksis kembali acaranya dilayar kaca… itu bukti bahwa menulis bisa dilakukan kapanpun dalam kondisi apapun hingga ajal merengut dan menulis bisa menjadi lahan untuk mencari nafkah.
So, mari (kembali) menulis…

Recent Comments